i love Jesus because He loves me that much.

27 Apr 2011

piece of stories

julie merapikan satin dress ungu mudanya di depan cermin berbingkai emas. sudah bagus, batinnya.
"julie! pakai cardiganmu, di luar akan sangat dingin," teriak wanita setengah baya dari luar kamar.
"ya, bu," sahut julie asal.
ia menekan keningnya perlahan.
hangat.
sepertinya aku akan demam hari ini.


ia mulai menekan beberapa tombol di telepon dan mendekatkan gagangnya ke telinga.
tuuut... sreekk... srekk...
ia melirik tajam ke arah speaker yang tergeletak tak jauh dari telepon dan menggesernya. suara sambungan telepon menjadi jernih kembali.


ditatapnya lekat-lekat kertas soal ulangan di mejanya. walau tidak belajar selembar halaman pun kemarin, raut wajahnya tetap tenang. ia tersenyum menatap guru matematikanya, dan kemudian memejamkan mata.
seketika itu juga pikirannya terbuka dan sekeliling ruangan itu berwarna merah seperti disinari infra merah, dan ada pusaran radar yang memfokus pada buku catatan matematika bersampul bening di bawah kolong mejanya.
beberapa detik kemudian, dengan mata masih terpejam, ujung pulpennya bergerak" dengan lancar selama 15 menit, mengisi penuh lembar jawabannya hingga akhir.


ryan showed a beauty little heart necklace that could be separated into two to britney. there was a quite long sillence remained between them. then ryan seperate it into two, drape the one part around britney's neck, and the other one around his. after nodded once, he start his harley and go home, leave britney alone with a never ending smile.


betty walked silently, looked down with a science notebook she hug tight on her chest. along the corridor, she thought about ray's love declare that make her heartbeat couldn't stop beating. when she looked up, what a destiny brought ray into a reality; standing steadily in a perfect gesture of a sturdy teen with a long freeze and deep watch to her, like observing her so detail.
betty's heartbeat stopped.
she was just pretending to see how interesting a library was, and run forward into it, dissapeared in the cold and dark corridor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar