i love Jesus because He loves me that much.

27 Apr 2011

kisah miris dari chef yang payah

ya, itu aku.
nah, sebelum mulai ceritanya, mari kuberitahu rekor memasakku.
1 memasak air
2 memasak indomie

ya. kau tak salah lihat.
hmm, sebenernya ada satu lagi, aku pernah memasukkan adonan bekatul (karya ilmiahku) ke microwave, cuman baru 3 menit udah kecium "wangi" nya ke seluruh penjuru ruangan. aku diemin, paling cuman wangi dipanasin aja. masa baru 3 menit udah harus dikeluarin dari oven?
ternyata iya.
karena kurang dari 10 menit, baunya udah lain. cepet" kubuka paksa pintu microwave nya, dan miris sekali saudara". warna adonannya udah kayak gunung merapi gosong serta ber-arang, yang puncaknya keluarin asep peringatan.
eh tunggu dulu dong! semua makanan yang kumasukkin ke microwave ga pernah berakhir tragis kayak adonan bekatul itu kok! walau itu tdk dapat disebut memasak, tapi setidaknya aku sama kyk raditya dika (radikus makankakus, buku 3)
hmm, mengenai list kedua diatas yang kucoret itu, aku akan menceritakan kegagalannya sedikit....
1st time
ini pertama kalinya aku memasak indomie. jadi aku melakukan serangkaian proses memasak normal yang dianjurkan oleh michelle (adikku yg pintar memasak telur) seperti memasukkan indomie dalam panci air panas, dan mengaduk"nya dengan garpu stainless steel secara terus menerus. walau tanganku sering kepanasan, sehingga menimbulkan beberapa efek melambai. seperti "awww!" dikit" narik tangan, terus ngaduk lagi, terus narik tangan lagi, dan seterusnya.
lalu ada suatu saat ketika warna indomie nya jadi ada putih" buih gitu, terus aku teriak manggil michelle kalo indomie nya udah mau diangkat ato belom karena takut gosong.
"ngga ci, belom mendidih. sampe airnya blubuk" gitu," katanya seraya ngeloyor pergi dari dapur.
anak yang baik, kataku sambil menyentil air mata yang sudah menyembul dari sudut pelupuk mataku.
ngga gitu juga sih.
akhirnya yang ditunggu" tiba. airnya blubuk"!
aku langsung matiin kompor dan buang air bekas masak mie itu yg diduga mengandung senyawa lilin kompleks yang berbahaya serta terindikasi mengakibatkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. (rokok, gan?)
setelah resmi memasukkan mie keringnya ke dalam mangkok, aku lupa 1 hal: belom masukkin bumbu.
akhirnya semua bumbunya kutaro diatas mie panasnya. yahud, gaya baru.
kemudian aku baru ingat buat masak air minum buat dijadiin kuah mie pertamaku ini. setelah kompornya dinyalain michelle, kutunggu sampe airnya blubuk" lagi. proses ini sungguh mudah dan melegakan.
singkat cerita, air panasnya udah panas! (ya iya lah)
kumasukkin ke dalam mie. namun karena faktor kegembiraan yang meluap", alhasil kusiram semua air panasnya sampe airnya keluar" dari mangkok.
oh tidak.
karena pasrah, aku ngaduk" hasil mie pertamaku dengan pandangan nanar.
kemudian kucedokkan kuah mie tsb ke dalam mulutku.
ugh. ga enak.
mana mungkin gagal masak mie?
mungkin saja, soalnya yang buat aku.
tidak apa lah, masih ada kesempatan kedua kan?
ternyata tidak.
2nd time
di suatu malam yang sejuk, aku dengan gayanya yang sok bisa bilang ke michelle, 'mis, aku laper nih. mau buat mie. kamu mau juga ga?'
dia menatapku sebentar, kemudian bilang 'ngga ah'.
kurangajar.
tapi hal itu tidak memupuskan harapanku utk tidak memasak mie keduaku! (special sound effect)
setelah berhasil menyalakan kompor sendiri, aku mulai memanaskan air dan tidak lupa memasukkan bumbu ke dalam mangkok.
aku telah belajar banyak dari pengalamanku dulu. ternyata semuanya berlangsung begitu cepat. setelah kutiriskan (asikdaaah!) air dari mie nya, kumasukkan mie kering panasnya ke dalam mengkok berbumbu.
namun satu hal lagi yang kulupa: air panas dari air minum buat kuah mie nya.
tapi karena aku males bikin air panasnya (males nyalain kompor), maka aku ambil segelas air minum biasa dan kutuangkan secukupnya dalam mangkok, sambil menambahkan sedikit sambil pewarna ke dalamnya. aku tersenyum. puas.
saat itu papi mami pulang. aku dengan bangga menunjukkannya pada mami.
aku: mam aku buat mie loh
mami: emang kamu bisa nyalain kompor?
JLEB. hening.
karena tidak mau kalah, aku ngomong lagi.
aku: mam, mau coba ga mie ku?
mamiku menatap kuah kebanyakan pewarna merah dengan cacing" pucat mengambang di atasnya. kemudian mami, si noodle-mania, menjawab "ngga ah"
JLEBJLEB!
untuk pertanyaan tentang keraguan mamiku yang mengira aku tidak bisa menyalakan kompor itu ada alasannya, bro. jadi begini. aku kan mo masak air nih. lalu aku coba puter kenop kompornya.
ga nyala.
aku puter lagi pake cara berbeda.
masih ga nyala.
udah kuputer pake gaya dada, perut, bebas, batu, semuanya tetep ga menyalakan api kompornya. ia tetap bergeming.
frustasi, akhirnya aku teriak. AAAAAAAAAAA!
gaada yang nyaut.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
tetep gaada yang nyaut.
TOLOOOONGG AKUUUUUUUUU!
yak. oke, kita balik ke cerita mie malang ku lagi.
untuk menghibur diri, aku pun mulai mencoba rasa mie nya.
diam.
diam lagi.
ternyata, ga panas dan rasanya ga enak.
kayak, minum air putih dikasih cabe.
dari arah meja makan, mamiku teriak, "gab! kesini. mami beli nasi goreng loh"
akhirnya malam itu, gaby dan keluarganya memakan nasi goreng yang dibeli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar