yuuk.
ada bnyk hal yg terjadi pada masa 4 hari presentasi karya ilmiah. dan yg aku mo ceritakan ya pada hari terakhir, giliranku presentasi, ketika semua anak kelas 10 yang dipaksa masuk sekolah cuman buat nontonin kita presentasi sampe butek sama guru" itu sudah mencapai titik jenuh tertingginya dan ingin cepat" selesai mendengarkan kita. jadi hari ku kurang beruntung. jadi kira" pas aku maju buat presentasi, anak" kelas 11 udah pada teriak" minta sereal bekatulnya sama aku. oh iya btw judul KI ku "sereal dari bekatul padi". singkat banget kan? malah kadang menyelewenga dari kaidah bahasa indonesia yang benar.
singkat cerita, presentasi ku ga didengerin sama sekali. anak" murid pada ngobrol, main domikado, baca novel, majalah, oriflame, dll. guru pun ngobrol, liatin berkas". pokoknya die banget dah.
belakangan aku bersyukur, karena banyak kesalahan di presentasi yang ga diperhatiin guru.
lalu tibalah masa
namun pertanyaan mengagetkan pertama dari ms betty, guru pendampingku yang udah tau semua kelemahan KI ku adalah: "coba kamu kasih lihat sereal bekatulmu itu" dengan logat bataknya yang kayak begitu.
langsung anak" perhatiin aku yg lagi jalan ke meja juri dengan tatapan "bagi dong serealnya!" dan beberapa mulai teriak "bagi dong en/ebi/gab!" "bagi dong ci!"
tapi aku diem aja, senyum profesional.
aku melenggang dengan anggun dan ketika sampai di meja juri, semua guru menatapku dengan pandangan menyelidik-untuk-mencari-tahu-kesalahan-apa-yang-dapat-diperoleh-dari-gadis-imut-tak-bersalah-ini. aku pun dengan gugup membuka kotak makan siang warna merah yang dikasih gratis kalo beli produk walls, dan mengeluarkan isinya.
plastik berisi gelas plastik buat wadah susu.
plastik berisi sendok plastik.
2 benda ini sama sekali tidak diperhatikan guru.
aku pun mengeluarkan susu.
mereka mulai tertarik.
kemudian akhirnya kukeluarkan 2 kotak kecil yang dikemas rapi: kotak isi tepung bekatul mentah untuk menunjukkan bahwa bekatul yang saya gunakan benar, dan kotak sereal bekatulnya.
guru kimia killer saya langsung merebut kotak sereal bekatul dan membukanya, mengamatinya serta memakannya.
guru biologi saya membuka tepung mentahnya, menguji apakah benar bekatul yang ia maksud yang saya gunakan. beberapa saat, ia mengangguk. aku menghembuskan nafas lega.
saat itu suasana udah rame banget, tangan" anak kelas 10 di barisan belakang udah ngelambai" minta serealnya. guru biologi saya langsung memposisikan ingin menyebarkan serealnya ke arah mereka. udah kayak nyebarin uang ke low subjects aja.
akhirnya dalam sekejap setengah dari isi kotak ludes karena dibagikan ke anak" kelas 10 yang mayoritas duduk di belakang. temen" seangkatanku yang duduk rada jauh cuma bisa melambai pasrah meminta kalau ada sisa dari serealnya.
aku pun hanya bisa mengangkat bahu dan menggelengkan kepala. lalu aku mulai menawarkan susu yang kubawa untuk dimakan bersama sereal (karena menurutku enak banget kalo pake susu *susunya yang enak)
aku pun mulai teringat hari sebelumnya, ketika aku selesai membuat sereal yang jauh berbeda dengan hasil sebelumnya namun lebih baik. aku menumpangkan tangan pada kotak itu dan memperkatakan sereal tsb agar menjadi enak.
tapi aku ga nyangka bakal "seenak" ini!
thankYou Lord XD
saat itu aku diminta untuk kembali ke depan untuk menghadapi permulaan
intinya mereka mengupas habis segala kelemahan presentasiku, namun tidak dengan nada pembantaian yang mencekam, melainkan dengan nada biasa yang mengkritik dan mengharapkan perubahan yang lebih baik pada KI ku. mengapa? karena Tuhan menyertai aku! dan menurutku, karena respon seluruh audience yang excited banget sama serealku, maka guru" jadi tidak menggunakan nada membantai. dan aku bisa mengatasinya dengan baik karena pertolongan Tuhan.
itu loh, kayak sebiasa apapun kualitas suara kontestan american idol, kalo audience nya teriak" kayak orang gila memuji dan mendukung si kontestan, maka untuk mendapat hati audience, kecenderungan para juri adalah untuk mengeluarkan kata" indah untuk memuji si kontestan, kayak "you're terrific!" atau "this is the best performance i've ever seen!" dan lain sebagainya yang disusul oleh tepuk tangan dan riuh rendah penonton yang bergemuruh.
makanya itu aku seneng banget. beberapa temen seangkatanku ngangkat jempol ato teriak "ebi keren!" ato sekedar ngangguk menguatkan ku di depan. pokoknya keseluruhannya HORE banget deh.
nah pas aku turun dari sana, aku langsung ke meja juri untuk mengumpulkan sisa susu yang cuma diminum 1 dan sisa bekatul yang ada. namun si guru kimia langsung bilang "HEH ngapain diambil lagi? ga rela ya blablabla" aku langsung ga konsen dengerin dia dan say ok ok aja, kemudian beranjak ke kursi untuk duduk. disitu aku diserbu anak" kelas 11 yang jengkel karena ga kebagian serealnya sama sekali. aku cuma bilang "guru" ga bolehin aku ambil".
nah! sekarang aku mo cerita beberapa kejadian pasca-presentasiku.
1 levina, si jago gambar di kelas ips, lagi gambar tuh di sebelahku. nah tiba" ariya yang di sebelah hesti yang di sebelah levina nimbrung....
ariya: eh lev, ini dadanya kegedean. harusnya segini (sambil menggambar tipe dada yang benar)
aku: hush. (sambil tertawa)
levina pun ngobrol lagi sama aku tentang sanggahannya kalo anime emang dadanya gede". di sela" omongan levina aku bisa denger hesti lagi jelasin sesuatu ke ariya.......
hes: yang gitu mah ukurannya D buat cewe, yang sedeng C, blahblah
aku: HEH malah lebih parah kamu ya
kita pun tertawa. aku masih seperti si pembela kebenaran dari omongan yang kurang senonoh ini, sampai akhirnya.....
aku: hes, emang kamu ukurannya berapa?
ariya dan levina meledak tawanya. hesti mendelik.
jadi pada intinya gaada yang bener dalam percakapan ini.
2 ketika itu ariya tiba" pengen tukeran tempat duduk sama hesti, biar bisa sebelahan sama aku. katanya "gue mau pedekate sama AN". AN itu aku. hesti langsung marah, bukan karena ariya adalah kekasih hatinya, namun akulah kekasih hatinya. jadi hesti kayak cemburu gitu ga bolehin ariya deketin aku. haha kita emang udah ga jelas gendernya, mengertilah. tapi kami hanya main" saja.
pada intinya, setelah mengalami persengketaan yang panjang antara hesti dan ariya, entah kenapa ariya udah duduk aja di sebelahku.
"hai AN"
aku terdiam, menatapnya sambil bengong.
nah saat itu mulailah perbincangan (baca: curhat) antara ariya dan aku. ariya itu kayak menggebu" cerita soal gebetannya yang udah dia kejar tapi dia cape dan serba takut ditolak dan negative thinking. aku dengan tiba" ngasih" advices ke dia tentang apa yg harus dia lakukan. dan tiba" pembicaraan kita jadi seru dan berlangsung sangat lama
ariya: jadi gini AN, blahblahblah
aku: ooo. gini loh, kamu tuh harus blahblahblahblah
hesti: (melirik) haha yaampun. iya ariya, kamu tuh harusnya blahblahblah
ariya diam.
aku yg gaenak pun tertawa.
tapi selanjutnya tetap diam.
hesti pun diam, dan kembali menatap ke depan dan berkutat dalam buku sudo ku nya lagi.
kemudian ariya mulai bercerita lagi.
ariya tuh kyk gamau ceritain ke hesti gitu, dan setiap hesti nanya ga dikasih tau. hmm x.x
dan setiap pembicaraan sudah bertambah seru, ariya akan terlihat sungguh desperate dan akan berkata, "yaudah daripada aku sama dia, mending sama kamu aja en. kamu mau ga sama aku?"
dia udah menanyakan hal yang serupa itu 6 kali. dan selalu kujawab dengan kalimat singkat yang hampir serupa, "ngga deh"
dan respon ariya selalu semacam ini: (menutup muka sambil ngadep atas) "aduuh! kalo gue nembak terus dijawab gitu sama dia, sakit banget tuhhh"
dan selalu di susul oleh tawa aku dan hesti.
hahaha, kalo ama ariya mah ga pernah serius ngomongnya. makanya aku ga pernah nanggepin serius.
3 OH iya sebelum cerita yang ketiga, aku mo cerita kejadian sehari sebelum presentasiku deh. jadi begini. urutan maju presentasi itu seharusnya levina duluan baru vonny, andre dan vivi. tapi karena mereka bertiga mengambil topik tentang sejarah, dan berhubung guru sejarahnya cuma bisa dateng hari itu, maka levina diundurlah, di skip gitu. nah ketika hari sudah semakin siang, giliran levina yang maju kan, tapi masih ditunda walau semua kontestan yg ngangkat topik sejarah udah maju, tapi levina masih terus di skip. kayak dilupain gitu. aku dan hesti pun mulai panik, dan nyuruh levina buat ngomong ke gurunya. tapi levina gamau, dia terus nunduk kyk marah banget gitu. kita pun diam. presentator selanjutnya maju. dalam keheningan, levina yang menurutku sedikit kekanak"an mulai merobek bagian belakang paper karya ilmiahnya dengan paksa, dan merobeknya perlahan" hingga menimbulkan efek suara robekan yang dramatis sehingga terdengar oleh sekitarnya yang akhirnya memperhatikannya. aku dan hesti yang risih pun mulai berkomentar, kayak:
"yah kertasnya jangan dirobek, mending kasih aku aja buat digambarin" dari aku.
"kalo aku ngerobek kertas, aku pake pensil terus kuputer" pensilnya sampe kertasnya robek" dari hesti
tapi levina terus berlanjut ke kertas berikutnya.
aku, entah kenapa jadi deg"an, naham emosi. kayak "yg beginian ga bisa dibiarin nih, sebagai teman dekatnya yang baik".
akhirnya melewati sebuah pergumulan batin antara aku dgn diriku, akhirnya aku berani angkat bicara.
"tau ga, yang kamu lakuin ini kekanak"an?" kataku sambil meredam emosi sebisa mungkin.
"eh, bisa diem ga?"
"ga bener tau ga. salah kalo kamu didiemin kayak gini terus"
"berisik"
hesti pun nimbrung dengan ucapannya "dari dulu aku paling ga bisa kalo ngebilangin temen yang salah"
"jadi kita diemin aja?"
"iya"
"kita biarin temen kita kejerumus kearah yang salah?" suaraku meninggi.
"iya" suara hesti melemah, hampir ga kedengeran. cuma anggukan
"itu mah namanya bukan temen yang baik!"
saat itu levina langsung gebrak mapnya dan dengan hentakan kaki dia keluar dari bangku dan duduk di bagian depan. suasana tegang banget.
aku ngeliat hesti, dia terus natap ke depan. keliatan biasa aja.
padahal disini sedang tidak baik" saja.
aku pun hening, hesti juga hening cukup lama sambil pura" dengerin presentasi. padahal pikiran kita kemana".
ga lama, hesti duduk di tempat duduk levina, tepat di sebelahku. aku lngsg bergumam "aduh labil banget deh aku"
kita saling diem, saat ga lama aku denger suara ingus disedot dari idung hesti.
pertama cuma sekali, lama" makin sering. aku pun yang sudah menahan air mata curiga, bukan aku doang yang labil di ruangan ini.
ketika aku menatap rambut hesti, dia bilang "duh aku pilek" sambil ngusap matanya.
"hes"
"apa?"
"hessss"
"apaa?"
"hes!"
akhirnya dia noleh ke aku dengan mata sembab, menatap mataku yang susah payah menahan air mata untuk tidak jatuh dari pelupuk mata. kita pun meledak dalam tawa, tawa kesedihan.
inilah aksi melabrak teman pertamaku.
malemnya aku sama hesti buat status tentang temen yang baik yang rela dibenci demi memberi yang terbaik bagi temennya, blahblah semacam itulah.
dia ga bales.
tapi gpp, yang penting aku udah ngomong.
ketika dia udah presentasi, dan waktu break sudah tiba, maka levina mencegat aku dan hesti sambil ngasih kertas gambar dia yang superkeren. spontan kita langsung ambil kertasnya dan mengaguminya.
hesti langsung ke arah piano buat main bareng ariya (couple pemain pro piano musik klasik), dan aku lngsg dideketin levina.
4 nah jadi selain ariya, levina juga curhat sama aku tentang kejadian kemaren, gimana dia kesel ama diri sendiri, gimana dia ga mau karakternya diubah orang lain karena dia sadar dia keras kepala (nah ini yang bahaya), dan gimana dia kesel sama sifatnya selvi, adik kelas yg beberapa hari itu menyebalkan hatinya. terus pas aku lagi ga bareng levina, selvi deketin aku buat cerita tentang hal yang persis sama masalahnya, namun dari sudut pandang yang berbeda. untuk detailnya ga usah diceritain, karena ini privasi.
5 hari itu (21 april) selain mereka bertiga yang udah curhat ke aku + advice yang diberikan pada mereka, ada1 lagi temen KI yang namanya ga perlu disebutkan, ataupun masalahnya ga perlu dijelaskan begitu detail. pokoknya gini lah isi smsnya...
dia: gab, ntar malem bisa telponan ga?
aku: kenapa? gatau ya aku ntar tidur ato ngga :p
dia: aku mau curhaaat :p yaudah gpp kalo ntar tidur mah
aku: ooh oke. wah jd penasaran mau curhat apaan nih ntar :)
ya pokoknya selabil itulah cowo ini. sekian. hahahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar