menurutku, permainan musik sangat mempengaruhi keniatan anak Tuhan untuk menyembah Dia dengan suasana yang sempurna dan berkemungkinan besar membawa kita pada hadirat Tuhan, kalau Dia berkenan pada kita. yah, sebut saja gitar.
mengapa?
jadi gini. aku kan ada menara doa buat doa sebelum pelayanan dancer di ibadah khusus mandarin.
aku dateng paling pertama karena mami nganternya kepagian. jadi aku bengong sebentar di sana sendirian, pengap, dan tanpa kerjaan. sesaat aku menatap gitar yang tergeletak di dekatku. tiba" terlintas pikiran begini: Tuhan, aku pengen bisa belajar main gitar.
saat itu ada orang tua yang dateng. kira" 4 orang mulai duduk di tempat masing".
orang yang paling pertama masuk mulai menyanyikan lagu. orang yang terakhir masuk pun mulai mengambil gitar dan terlihat sedang nge-stem gitarnya.
kupikir stem gitar, ternyata ngga. dia lagi main.
ku mulai ikut nyanyi walau sedikit banget yang nyanyi. ampir gaada.
aku mulai dengerin permainan gitarnya: metiknya digenjreng kayak belom lama main gitar dengan tempo yang sangat monoton dan kunci yang dimainin itu C-G. itu" aja diulang". walau kuncinya bukan itu, terus aja diterobos.
pertama aku berusaha fokus, tapi lama" ga bisa. aku mulai ngeliat sekeliling dan yang nyanyi cuma 2 orang, pelan lagi.
terus ada 1 ibu tua di sebelahku, hp nya bunyi terus: sms lah, telepon lah.
kalo sms dia langsung buka, kalo telepon dia langsung angkat saat itu juga dan bicara di telepon keras".
aku jamin dia udah baca pengumuman di depan kalo kita ga boleh nyalain hp di menara doa.
lagi worship lohh!
terus si orang tua di sebelahnya malah nyanyi pake bahasa mandarin dan bahasa Roh terus. iya sih, ini ibadah mandarin, tapi kami para dancers mana mengerti?
terus si pemain gitar C-G bernyanyi dengan tempo dan jenis lagu yang berlainan dengan yang dinyanyiin si 2 orangtua di sebelahku. pokoknya bingung lah.
saat itu ada 2 orang lagi masuk ke ruangan.
ibu" yang masuk ngegendong anak dan sepanjang doa dia berdiri untuk menimang" anak lucunya.
ibu tsb disusul orang tua juga dan segera mengambil gitar lain yang nganggur.
yes, ada yg bisa main gitar! batinku.
aku pun segera memasang telinga untuk mendengarkan petikan gitarnya.
si gitaris pertama langsung lepasin gitarnya, dan akhirnya dilanjutkan sama gitaris kedua.
setelah beberapa detik mendengar permainan lagunya, aku mulai menyimpulkan beberapa hal:
- dia bisa main kunci gitar lebih banyak dari gitaris pertama, yaitu C-G-F
- pertama genjrengannya monoton, lama" makin ga jelas syncopate nya. kita jadi bingung mo nyanyi nya kapan.
- lagunya diterobos pake C terus, dia cuma pake F-G-C pada rangkaian bait terakhir.
setelah frustasi nyanyi dgn kondisi gitu, ada beberapa orang lagi masuk ke ruangan.
ibu" dengan anaknya yang superlucu, yang setiap 3 langkah selalu kepeleset jalannya karena dia pake kaus kaki.
yang kedua, ada orang yang lebih muda dan putih masuk dan segera mengambil gitar ketiga yang menganggur. aku bersorak dalam hati.
setelah itu dia seperti mengendalikan ruangan. genjrengannya itu udah mulai variasi, kayak temen" cowo ku kalo lagi main gitar dgn keren nya (walau temen"ku lebih gahoels mainnya daripada si om ini). terus saudara", dia udah mulai main kunci C, G, F, Am, Dm, D, Em!! woww haleluyahhh~
dan seperti dikomando, suasana dan feel nay langsung enak. serentak kami menyanyikan lagu memuliakan Tuhan dengan atmosfer baru yang lebih jrengg.
belakangan aku baru tau kalo gitaris ketiga itu adalah WL nya sendiri.
yahh, aku emang bukan orang yang bisa main gitar, cuma aku rada sensitif sama hal" kyk gini. hahaha :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar