i love Jesus because He loves me that much.

22 Feb 2011

yg terdahulu mnjadi yg trakhir. dmikian sbaliknya.

dd ku yg nyuruh aku buat blog skrg udah males ngeblog lagi coba.
how fast.
kalo kutanya knapa, dia bakal jawab: males. aku ga suka nulis kyk cibi *cici ebi
zzz alibii!
makanya aku resmi sendiri dalam blog ini.
oh iya knapa aku ga milih tumblr sbg tmpat ku mnulis?
alesannya satu.
rame.
banyak temen yg kukenal dsana.
ak mau nya nulis smua dgn hanya aku saja yg tahu kberadaannya.
mulia banget kan? *apa coba --
udah ah mo tidur. bye!

sweet seventeen

undangan" ultah 2temen seangkatanku udah nyampe di tanganku. taon ini hampir smua angkatan kita bakal brumur 17 dan cewe nya sbgn besar bakal ngadain party. kasian dompet, enak di perut. wkwk
lalu ak mikir, aku bakal rayain juga ga yah?
ak sih bilang ke mami papi gamau, soalnya buat apa?
"sweet seventeen kan sekali seumur idup sayang"
"ultah ke-16 juga skali seumur hidup. ke-20 juga. ke-50 juga kok"
terus kalo temenku nanya "kenapa gamau dirayain?"
aku jawab kira" begitulah. buat apa? malas. dll
tp tadi temenku bilnag "o my gosh eb. kalo umur 17 kan udah mo lulus SMA trus we'll all seperated and almost can't meet again each other??"
aku diem.
bener juga sih, aku jadi berpikir, oktober nanti rayain ga ya? ...

21 Feb 2011

pelaku kriminal toilet

alkisah, ada seorang gadis jelita nan anggun memasuki ruangan toilet wanita. *that's me!
lalu aku mau ke bilik favoritku, bagian kanan yang kedua dari depan.
trnyata disitu gagang yg buat nyemprot itu *shower yah?* udah tergeletak di lantai
dan trnyata di dalam closet nya ada ssuatu cairan kuning pekat mengerikan.
aku menjauh sambil berkata "ih jorok"
lalu teman sekelasku yg lebih lama berada di toilet berkata "tau ga eb, siapa yg abis dari toilet itu?"
siapa? aku tak dapat menyangka.
"ms _____" (fisika)
OH NO MAAAAAAAN!
pelaku toilet tdk disiram bukan hanya dilakukan oleh anak kecil tidak berdosa yg tak brtanggung jawab saja.
ternyata, ckck
terlalu.

HAIKU

jadi intinya haiku itu puisi jepang berisi 3 stanza tentang alam" gitu.
pelajaran inggris kita ada tuh disuruh buat ginian. kita sesi pelajarannya sampe di luar kelas buat menghayati bab ini. haha.
terus aku liat 'alam' di sekelilingku. ada pohon. kutanya ke mr,
"what tree is that?"
dan mr jawab,
"hm... ketapang tree. make the latin name".
bujubineng mana aku tau?
lalu pas aku mo buat dikit, waktunya abis. ganti ke pel ppkn.
aku lanjutin puisi yg aku buat.
kira" aku buatnya gini:

On the Ketapang Tree


the black ants crowded
below the wide-fingered green leaf
daringly disorder the gravity law


super thin gray web
slide across the edge of leaf
make a slight glint over the sun


strong, thick branches
passed by

aku mikir, apalagi yah? aku lupa tadi aku liat apa aja di pohon itu. kutunjukin ke 2 temenku. mereka acungin jempol sambil baca ulang kertasku.
terus aku pindah pelajaran lagi ke fisika. btw i'm not on the mood on fisika. alhasil pas bel lunch udah berakhir aku masih santai" jalan keatas sm temenku.
udah telat kan tp gurunya trlalu bingung utk marahin kita jadi diem aja. it is fisika, isn't it?
krn mood ku blm jalan, akhirnya ak mmutuskan kabur dr kelas sndirian pas ms nya lagi ngadep papan tulis. aku kabur ke tmpat sesi inggris tadi kita liatin alam. aku liatin ketapang tree nya lamaaa. cari bahan buat ditulis. terus akhirnya aku balik lagi ke kelas, ngintip di balik pintu, ms nya masih ngadep papan tulis. aku lngsg buka pelan" n nyelinap lngsg duduk di bangku dgn manis. ms ngeliat ke murid, liat ke aku. aku mesem.
stlh miss ngajar lagi, aku lanjutin haiku nya.

strong, thick branches
carrying green-brownish leaves
blowed softly and waving slow, peace

sementara miss ngejelasin soal tentang kesetimbangan benda tegar, aku senyum.
puas.

my arrogance

kita ada tugas kimia 15soal yg sulit. bekas kuis, jadiin pr di rumah, kumpul senen ini. sabtunya aku ngeles. ama temenku ama guru lesnya. nah, aku nanya apapun di soal itu, tp gurunya ga bs jawab. kalo aku nemuin jwbnnya, dia bilang iya iya aja. lalu, pas senennya, pas pel bi bbrp nyontek punyaku. aku mulai mikir, ini kukerjain sndiri yah? lalu ku bilang ke temenku yg lain, "ini prtama kali ak krjain bbrp soal ini sndiri" krn aku ga yakin 6 soal. aku mulai sombong, hahh ga butuh guru les aku bisa sndiri. terus puncak nya pas di kimia nya. pas kita disuruh bahas, pas temen les ku bilang kalo kita bs kerjain kimia berkat les, aku lngsg blg "mr ga bantuin apa" pas buat pr ini!" trus temen"ku diem. disitu aku sadar, aku sombong. ak lngsg minta ampun sm Tuhan. onoman this is not guddo.
abisnya, tmenku yg ngeles brg aku itu kmampuan ngrjain bbrp pel itu kurang, makanya aku rada meremehkan dan sombong. Tuhan ingetin aku biar aku ga gitu lagi yaaa. smua kpintaran dariMu kok, dan hanya untukMu saja. amin..

20 Feb 2011

novel script2

langit hitam pekat memenuhi angkasa raya. bulan menyembunyikan sosoknya di balik awan-awan tebal, kedinginan terkena hembusan angin dingin yang menusuk. lampu jalanan yang menjadi satu-satunya penerangan di perumahan kecil itu sudah diredupkan sejak 2 jam yang lalu. sunyi, dingin, gelap, mengurungkan niat kebanyakan penghuni kompleks untuk keluar rumah, dan lebih memilih tergulung manis di balik selimut mereka. di halaman depan sebuah rumah yang tua namun antik, terdapat sekelebat bayangan. lebih gelap dari gelap itu sendiri. sebuah siluet yang bergerak perlahan menuju ke dalam rumah, menembus kegelapan malam.
jessi berjinjit menuju ke depan pintu yang terkunci rapat. dalam diam, ia melepaskan jepit rambut khususnya dan memasukkannya ke dalam lobang pintu. setelah menggerak-gerakkannya ke kiri dan ke kanan, pintu itu berdecit.
terbuka.
ia mengintip ke dalam rumah yang dikuasai gelap itu, namun matanya seperti terbiasa menantang warna malam tersebut. ia perlahan memasukkan badannya yang ramping berbalut baju kulit hitam yang kesat dan ketat ke dalam rumah tersebut. ronde pertama, selesai, batinnya.
ia mulai mengeluarkan sebuah alat kecil dan menyalakannya. monitor menunjukkan banyak garis-garis merah tak beraturan yang terhampar dari ujung ke ujung monitornya.
koordinat (15,37). persis di depan dimana ia berpijak. setelah mengamati monitor itu dari berbagai sisi dan menganalisanya menggunakan tangan kecilnya, ia mengangguk mantap. masih bisa dilewati, hiburnya dalam hati.
dengan sekejap mata, ia bersalto dan berputar-putar secara akrobatis di sebuah ruangan yang lenggang dan terlihat aman. setelah meliuk-liuk menghindari sinar laser tak kasat mata sesuai petunjuk alatnya, ia berpijak di lantai marmer dengan pose balet yang mengagumkan. ia tersenyum, bukan saatnya menampilkan kehebatannya menari. ia merogoh sakunya dan mengambil selembar kertas yang kusam karena dilipat-lipat, kemudian membukanya serta mulai memahami isinya.
menurut peta, ruang kerja Mr. Wilson di........
ia mengernyitkan dahi sambil mencari ikon kecil di kertas tersebut dengan telunjuknya.
sini! ucapnya dalam hati sambil menunjuk sebuah gambar persegi dengan kode-kode tulisan yang tidak dimengerti orang awam. ia pun mulai mencari lantai dua, sesuai pada peta. setelah beberapa saat, ia menuju ke ruang dapur. siapa tahu tangga ke lantai dua nya ada disana.
ternyata ia salah.
sebentuk kitchen set yang elegan terpapar disana dan terkesan nyaman. ia membuka nampan biru muda yang menudungi sesuatu. ah, ada sisa makaroni keju. namun ia terpaksa menahan laparnya dan tangannya yang mulai bergetar karena protes.
bahkan ini pun bisa menjadi jebakan. kau tahu bagaimana Mr. Wilson, batinnya seakan peringatan itu diarahkan pada perut rata dan tangan kanannya.
setelah lelah mencari-cari setiap petunjuk di seluruh sudut ruangan yang sungguh tertata rapi dan sempurna itu, akhirnya ia menemukan sebuah kejanggalan. terdapat 2 buah tali kecil yang menempel pada lampu penerangan.
kalau tali yang pertama ini untuk menyalakan lampu, lalu untuk apakah gerangan tali yang satu lagi? pikirnya penasaran sambil menarik tali itu perlahan.
dengan segera, sebentuk tangga besi muncul dari bawah lantai, berputar-putar menuju atas tanpa suara hingga terhubung dengan lantai atas, yang bahkan sejak awal keberadaannya tidak ditemukan. ia melongo.
ketat juga penjagaannya, batinnya sambil memanjati tangga tersebut dengan beberapa gerakan cekatan.
setelah ia sampai di lantai kedua, ia mengeluarkan kacamata khusus pengelihatan pada malam hari dari pocket serbagunanya serta mengenakannya. intensitas cahaya di lantai dua jauh berkurang dibanding di bawah. ia mengerjap-ngerjapkan bulu mata lentiknya, dan melihat sekeliling. ruangan koridor sempit itu jadi kelihatan sangat jelas. kenapa tidak dari tadi saja aku menggunakannya, dasar sok jagoan! rutuknya sambil mengelus lengannya yang terbentur benda-benda selama mencari tangga tadi dengan muka meringis.
jessi mulai mengendap-endap menuju ke arah utara, ke sebuah pintu kayu jati yang terletak di paling ujung dari koridor tersebut. tidak ada sinar cahaya yang mencuat dari sela-sela pintu, menandakan bahwa orang di dalamnya sudah tidak beraktivitas lagi. ketika ia sampai di depan pintu tersebut, ia menekan kepalanya pada pintu untuk mendengar suara di baliknya dengan menggunakan earphone khusus berfrekuensi sangat rendah.
negatif.
ia pun mundur perlahan dan mengeluarkan satu benda lagi dari pocketnya. soft lens. dengan cepat ia menempelkannya pada sebelah mata birunya, mendekatkan matanya ke lubang kecil pada pintu yang biasanya digunakan penghuni ruangan untuk melihat siapa orang di balik pintu. namun lubang ini berfungsi lain, yaitu mengeluarkan sensor untuk mendeteksi mata berbingkai soft lens milik departemen resmu jessi. tak lama kemudian, lampu hijau menyala di bawah lubang tersebut. ia mendesah lega.
jessi mulai memutar kenop pintudengan sangat pelan, dan dengan gerakan sangat cepat ia masuk ke ruangan gelap yang baru, serta menutup lagi pintunya. berhasil. tak ada suara apapun yang dihasilkan. ia pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
ruangan ini sungguh aneh. seluruh lantainya dilingkupi karpet merah, dengan pendingin ruangan yang di set super dingin, dan hanya ada satu meja kerja di tengah ruangan tergeletak misterius disana.
ini aneh, jika mengingat tentang ruangan-ruangan sebelumnya yang memiliki kualitas desain interior yang sangat mewah, sementara di tempat ini terlihat sungguh janggal. lalu kebiasaan Mr. Wilson dari kecil yang tidak bisa terkena hawa dingin.
ada yang tidak beres.
dimana Mr. Wilson?
jessi melemparkan pandangannya ke jendela besar yang mengarah pada kebun belakang rumah. dari sana ia dapat melihat bulan purnama menggantung rendah di langit hitam. sepertinya bulan mulai merasa hangat. ditambah dengan pemandangan kebun kecil yang asri di bawah langit yang diam, pemandangannya sungguh indah.
ia menggeleng kepalanya cepat. ayo fokus pada pekerjaan!
ia mengedarkan pandangan sekali lagi dengan seksama. tidak ada celah, tidak ada katup, maupun pintu lagi.
dengan nekat, ia mulai mendekati meja kerja yang diduga milik Mr. Wilson itu, untuk mengamati berkas-berkasnya.
cklek!
dengan sekejap mata, lampu utama menyala. jessi terperanjat.
jantungnya berdegup kencang, seperti ingin copot rasanya. dengan pucat, ia berbalik dan mendapati sesosok tubuh tua namun tegap dan raut muka yang tegas dan keras, sedang menodongnya dengan revolver pada tangan kiri, sementara tangan kanannya masih memegangi saklar lampu. ibu jarinya sudah bersiap menarik pelatuk revolver kedap suara itu jika aku bertindak macam-macam. Mr. Wilson.
aku meliriknya takut dan bergidik ngeri.
'mencari sesuatu?'

novel script - buat sndiri loh!

sbnernya ini bukan novel script juga sih. dpt inspirasi trus tulis adegan ini aja. blm tau sblmnya dan ssudahnya critanya gimana. wkwkw

niken menatapnya bingung.
"kau tidak mengejarnya?"
"buat apa? aku sudah bosan dengannya," kata chris sambil mendribble bola pelan dengan kepala tertunduk.
"kenapa? bukankah ia cantik?" niken memasang posisi hendak menerima chest pass yang dilontarkan chris dengan mantap.
"ya. namun ia tidak memiliki kecantikan dari dalam."
"inner beauty?"
"ya."
diam sejenak.
niken terus mendribble bola basket yang dipegangnya dengan cekatan sambil memandangi chris.
"jadi, apakah kalian ingin putus?" niken angkat bicara.
chris seperti tersadar dari lamunannya. ia mendongak menatap niken, menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum nakal.
"aku akan putus dengannya bila lemparan three point mu masuk ke ring," tandasnya seraya menunjuk ke arah keranjang setinggi 2 meter itu.
niken memiringkan kepalanya memandang chris, tidak percaya.
"dasar licik. keputusanmu pasti sudah bulat untuk mengakhiri hubungan kalian," gumamnya, yang kemudian menimbulkan seulas senyum pada bibir mungilnya.
ia memantul-mantulkan bola itu ke lantai dengan ringan, lalu menatap langsung ke arah ring. dengan satu lompatan ringan, ia melemparkan bola itu dengan santai dari garis three point.
selagi bola itu melayang di udara, chris berbalik badan untuk mengambil botol minum di dalam tasnya,  seperti sudah tahu apa yang terjadi.
masuk.
sungguh sempurna.
chris menutup mata, tersenyum seraya meneguk banyak-banyak air dalam botolnya.

melon hijau yang menggiurkan

melon itu enak. tapi getahnya buat aku gatel.

kebutuhan yg tertunda

aku udah mo beli barang" penting sbb:
- belt buat celanaku yg sering kedodoran
- tas gantiin tas sekolah lamaku yg udah bolong" sampe ujung map ku bs mencuat keluar, ato kotak kacamataku dpt meluncur dgn bebas keluar dari kungkungan tas lembab keruh ku
- sendal. aku hanya punya crocs biru-pink yg sendal. itu saja. untuk ke kondangan minggu depan? ouch.
tambahan barang yg diingini:
*tas buat jalan". aku cm ada 1 tas yg dibeliin tanteku. itu saja untuk segala keperluan: ngeles, ke gereja, ke rmh temen, ke mall, dll. aku mau yg di etalase toko tuh bejibun! yg biasa dipake cewe" (lol)
*heels dari Charles&Keith. kata dina disitu bagus".
*dress. aku punya 2 dress putih. 2"nya udah sering dipake dan temen" sekolahku udah pada tau tuh dress. aku mo beli lagi

di MM bekasi tadi aku udah ngerencanain semua, tapi tnyt pas selesai makan abis ngerayain ultah ddku, udah jam 9. baju" yg td udah aku liat"in hrs ditinggal deh, merenggut dalam diam, gelap, dinginnya etalase toko yang ditutup dengan gerigi besi dengan perlahan. lol

tujuan membuat blog ini

oh iya aku lupa bilang knp aku mbuat blog ini.
aku disuruh-suruh dd ku yg ultah hari ini, suruh buat blog aja katanya.
awalnya males, tp lama-lama buat juga.
gatau kenapa.

bawa uangmu ke toilet....

jadi, semuanya dimulai dari sini.......
kita lagi ngerayain ultah dd ku di MM bekasi @steak 21.
tiba-tiba, kak maria pngen boker kyknya. minta aku temenin ke toilet krn gatau tempatnya.
ya kutemenin.
terus pas nyampe di depan toilet, kita bengong ngeliat kaleng alumunium gede yg ada stikernya bertuliskan "1000".
aku : bawa uang gak kak?
maria : nggak (melotot)
aku : (tampang sok tenang) udah gpp masuk aja *dorong kakak
maria : tapi, tapi gimana bayarnya? (melihat ke aku dgn muka horor)
aku : udah tenang ajaaa (dgn muka masih sok cool)
singkat cerita kakak masuk ke toilet.
tinggal ada aku dan si penjaga toilet.
berdua, dalam hening, dalam jarak aman.
prtama aku diem aja ngeliatin bb mami, main klondike.
lama" takut juga. walau aku yakin pasti dia ga bakal nodong kita krn ga bayar.
dlm hati ak udah doa tuh biar orgnya ga maksa (walau gaakan mungkin sih), trus dia bakal prgi dr situ sbentar gitu, tp tnyt ngga.
makin lama, ak makin gelisah. pintu toilet cewe makin sring dibuka.
aku tak tahan lagi! akhirnya aku datengin orgnya trus ngmong,
aku : pak, harus bayar yah?
pnjaga toilet : hah... umm... iyaa.
aku : kalo gaada uang gimana?
penjaga toilet : hahaha. kalo gaada uang? cium. hahahahah
what?
aku lngsg pasang tampang jijik, rolling eye n mundur.
mungkin dia ga enak jadinya. terus stlh diem bbrp detik dia nanya.
pnjaga toilet mesum : jam brp skrg dek? (ngeliat bb mami)
plis deh!
aku ga jawab.
pnjaga toilet mesum : setengah sembilan yah?
aku : iya (asal)
untung kak maria udah keluar. aku langsung jalan keluar bareng dia.
yuck.
don't forget to bring your money!

19 Feb 2011

cap go meh, oh lezatnya.

ketika aku dan ibunda sdg dlm mobil dlm perjalanan membeli nasgor, aku melihat bulan purnama yg sangat indah.
aku : wah bagus bulannya purnama!
mom : iya kan hari ini cap go meh
aku : ooh cap go meh itu ttg bulan purnama?
mom : iya itu jadi taon baruan
hening sebentar.
mom : harusnya cap go meh itu hari raya nya orang mati aja.
aku : iya yah bener juga. soalnya purnama. (berpikir sejenak)
mom : tapi gaada tuh taon baruan org mati *ketawa
aku: seharusnya sih ada mam. cuma karena mereka udah mati makanya gak bisa ngerayain taon barunya.
hening lagi.
oke.
ga jelas banget.

tugas BI, resensi novel anak kelas 12

Mengintip Berkah di Balik Masalah
Judul Buku: Lost & Found
Pengarang: Kartika Julita
Penerbit: -
Tebal Buku: 156 halaman

                Sebagai penulis yang menciptakan novel pertamanya pada usia belia, Kartika Julita berhasil menciptakan nuansa yang berbeda dalam karya buatannya. Genre yang dipilih Kartika untuk melukiskan ekspresinya dibuat cenderung ke arah roman, yang mengangkat cerita tentang kehidupan seorang gadis remaja dengan kehidupan sehari-harinya. Meskipun tema yang diangkat tergolong sering dijumpai pada kebanyakan buku novel remaja yang ada, namun Kartika dapat menampilkannya dengan gaya yang berbeda. Dibanding seluruh teman-teman sekelasnya yang membuat novel dalam tugas yang sama, ia memiliki kekuatan yang lebih pada novelnya, yang biasanya dapat menarik pembaca dalam maksud yang hendak disampaikan penulis, yakni pendeskripsian latar suasana dan tempat yang mendetail dalam cerita, seperti pada novel Somewhere, Home, karya Nada Awar Jarrar.
            Buku ini menceritakan tentang Vero, seorang gadis remaja yang hanya tinggal bersama Rose, ibu angkatnya dan Sean, anak tetangga yang terlantar. Ia cantik dan pintar, sehingga memiliki banyak ‘penggemar’ yang selalu memuji-muji kecantikan dan kepintarannya. Namun Vero jenuh akan semua hal itu. Sampai suatu ketika, ia menjumpai Josh, dosen muda yang tampan, dan memiliki persamaan dengan Vero: jenuh dengan pujian-pujian para penggemarnya. Singkat cerita, kedua insan tersebut saling jatuh cinta. Sam, pengantar pizza yang merupakan teman Vero, sebenarnya tidak suka dengan hubungan mereka dan mencium kecurigaan dalam sosok Josh yang misterius itu. Ternyata Josh dipergoki sedang berciuman dengan istrinya yang dipilih orangtuanya. Di tengah kehancuran hati Vero, ia juga mulai mengetahui rahasia kelam hidupnya, bahwa ayah kandungnya membuang Vero namun ingin bertemu dengannya kembali. Mulanya Vero enggan karena sakit hati mengetahui kenyataan pahit hidupnya karena dirusak ayahnya. Di tengah kegalauan hidupnya, Sam selalu ada untuk memberikan kata-kata bijak yang menyejukkan hati. Bahkan ketika Rose, satu-satunya ibu yang dikasihaninya, meninggal dalam kecelakaan karena berusaha menyelamatkan Vero dari tabrakan truk, Sam selalu bisa menenangkan hati Vero. Lalu hidupnya berubah ketika membaca surat dari Rose sebelum meninggal. Hal itu menyadarkan dirinya untuk tidak larut dalam masalah yang terjadi, dan melihat berkah lain di balik semuanya itu. Ia pun memutuskan untuk menemui ayahnya, Herman, dan adiknya, Gendis, di Indonesia. Ia baru menyadari bahwa sebenarnya ada keluarga sejati yang selalu menyayanginya, dan Sam, yang selalu mencintainya.
            Kartika menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan yang cukup baik dalam setiap diksi, namun juga menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dicerna dan dipahami pembaca. Selain itu, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, ia mendeskripsikan tiap suasana dan latar tempat dengan jelas dan bermakna konotasi, sehingga menarik ketertarikkan pembaca untuk melukiskan keindahannya kembali dalam benaknya yang menjelajah tanpa batas. Ada lagi kelebihan dari novel ini, yaitu penulis dapat menampilkan sebuah budaya sehari-hari orang New York, seakan-akan penulis tinggal di tempat itu dan mengenal budayanya. Padahal Kartika adalah orang Indonesia. Kemudian, banyak informasi dalam cerita yang tidak langsung diberitahukan penulis begitu saja pada awalnya seperti penulisan berita, sehingga tidak membuat pembaca sudah tahu semua dan menjadi bosan. Tetapi penulis menyembunyikan beberapa fakta penting untuk diberitahukan setelahnya, agar pembaca mulai mengerutkan kening dan menerka apa yang terjadi kemudian. Setelah itu dengan cerdiknya, hipotesis pembaca dipatahkan dengan fakta sebenarnya yang disimpan penulis untuk mengejutkan pembaca. Misalnya, ketika Sam berkata bahwa ia sedang mengalami ujian yang sangat sulit. Vero dan kita semua akan berpikir bahwa ia sedang menghadapi ujian sekolah atau hal lain semacam itu. Ternyata Sam melewati ‘ujian’ hidup, yaitu berjuang melawan kanker darah. Lalu pada bab terakhir, ketika tidak ada yang tahu kelanjutan dari nasib Sam, penulis menggambarkan situasi ketika Vero sedang mengunjungi sebuah makam setelah satu tahun berlalu. Kita akan berpikir bahwa itu adalah makam Sam yang mati karena terkena kanker darah, namun ternyata itu adalah makam Rose. Hal itu ditunjukan ketika tiba-tiba Sam mendatanginya dan memeluknya dari belakang.
            Perwajahan buku yang di desain penulis sedikit berbeda dengan isi bukunya yang memikat pembaca untuk menghayati per lembar yang sedang dibacanya, penasaran tentang rahasia spektakuler yang menunggu di lembar berikutnya, dengan tidak meninggalkan bekas yang mendalam pada lembar sebelumnya. Ketika melihat sampul depannya, mungkin beberapa orang berpikir bahwa bagian dalamnya akan kurang menarik untuk dibaca, jika tidak disarankan oleh orang lain yang telah membacanya. Lagipula judul dan sinopsis yang tertera di bagian sampul kurang bisa dibaca karena tertutup oleh background yang ada. Selain perwajahan buku, ada beberapa pengetikan yang salah dalam isi buku, seperti ‘meringis’ menjadi ‘meringgis’, atau ‘jadi’ menjadi ‘ja [enter] di’.
            Namun hal itu dapat diselesaikan dengan sebuah peribahasa yang mengatakan, “Jangan menilai buku dari sampul depannya”. Buku ini memiliki margin dan pengetikkan yang rapi dan teratur di setiap lembarnya; tidak terlalu ke kiri maupun terlalu ke kanan, sehingga mudah dibaca. Lalu, pengorganisasian antar babnya sudah cukup baik. Penulis tahu kapan harus mengakhiri sebuah adegan dan menggantinya dengan kejadian di tempat lain, pada bab berikutnya.
            Penulis mengangkat tema yang cukup menarik untuk dinikmati oleh pembaca. Alur yang digunakan terus maju, namun ada beberapa adegan ketika tokoh menceritakan masa lalunya, sehingga pembaca seperti tertarik lagi ke belakang untuk mengamati fakta baru yang disuguhkan penulis dengan mengagumkan. Amanat yang hendak disampaikan pembaca juga memiliki arti yang mendalam dan mengena di hati, karena makna tersebut merupakan masalah yang sering dialami kebanyakan orang, yaitu tidak melihat kehendak Tuhan yang ingin digenapi dalam kehidupan seseorang, dan lebih melihat masalah-masalah berat yang dihadapi, serta menjadi hancur karenanya. Novel ini juga menyangkut nilai moral yang murni dan tulus, yang dimiliki oleh Sam. Ia selalu ada di sisi Vero, baik sedih maupun senang, dan selalu pada saat genting dan ketika Vero sungguh membutuhkan seseorang untuk menjadi pegangannya saat lututnya sudah tak sanggup menahan badannya sendiri. Lalu, Sam selalu tidak mau menyusahkan orang lain, khususnya Vero. Hal ini terlihat saat ia tak mau menceritakan masalah hidupnya dan lebih mau mendengarkan masalah Vero yang sedang digumuli serta memecahkan masalahnya dengan bijak.

Dibandingkan dengan novel-novel buatan amatir lainnya, novel ini sangat direkomendasikan untuk kalian pilih, baca dan resapi.
Sungguh.

20th Feb 2011

happy beloved birthday, my dearest sis :*
i always pray for your
healthy
blessings
love
knowledge
wisdom
prosperity
intimacy with GOD
etc
will come abudantly to your life.


your big sist,
ebi

perutku dan HPku...

alkisah, pas aku di gereja, aku masukin hp ke saku.
lalu kemudian ada geter" dr arah sakuku.
ya kurogoh sakuku trus kuliat, ada sms ya?
ternyata nggak.
itu suara perutku.

i should make an intro parts.

so...
hi.